Asal Mula Tanduk Kambing
Pada
zaman Nabi Nuh a.s., saat itu Anjing memiliki tanduk di kepalanya, dan
Kambing tidak memiliki tanduk dan ekornya panjang seperti ekor monyet.
Mereka bersahabat dan berteman baik. Mereka berdua sangat akrab, kemana
Anjing pergi si Kambing selalu ada di dekatnya, begitu pula sebaliknya.
Kemana Kambing pergi si Anjing selalu ada di dekatnya. Mereka pun saling
berbagi dan bertukar makanan. Selain itu mereka juga saling bertukar
pengalaman dengan gembira.
Pada suatu hari, Anjing dan Kambing berencana untuk
membuat rumah mereka sendiri. Mereka membuatnya dari kayu dan jerami.
Rumahnya sangat mungil dan letaknya berdekatan. Setelah mereka selesai
membuat rumahnya, mereka bermain bersama di lapangan, lalu mereka
beristirahat di taman sambil makan. Setelah itu si Kambing merasa
ngantuk dan ingin pulang ke rumah. Mereka pun pulang ke rumah
masing-masing dengan rasa lelah. Kambing berkata, "Hoaahh...ngantuk aku
pulang dulu yah! O yah, tolong besok pagi aku dibangunkan, supaya bisa
ikut lari pagi denganmu!", si Anjing pun menjawab, "Beress..!!!". Pagi
harinya, mereka lari pagi dengan gembiranya. Kambing berterimakasih
kepada Anjing dengan berkata "Ahh..segarnya udara pagi ini, terimakasih
yah kami mau mengajakku lari pagi. Tadinya aku pikir kamu tidak akan membangunkanku!", Anjing berkata, "Kalau sudah janji harus kita tepati".
Suatu hari, Kambing melihat hewan-hewan yang lain yang
sedang mengerubuni sesuatu ,yang membuatnya penasaran. Si Kambing
mendekat dan melihatnya. Kambing akhirnya tahu bahwa,"Wah, rupanya
sahabatku si Anjing sedang di kagumi oleh hewan-hewan di hutan ini, Aku
ingin juga seperti dia". Mendengar pujian yang dilontarkan kepada
sahabatnya itu, dia merasa kesal sambil berjalan pulang. Lalu dia
menutuppintu rumahnya dengan keras. Siang itu, tampak pak monyet sedang berkeliling dan mampir ke pondok si Kambing. Ternyata pak monyet itu memberikan kartu pesta ualang tahun Monyet nanti malam. Kambing pun berjanji akan datang dan bergembira di sana. Setelah pak Monyet pergi, Kambing berpikir bahwa dia akan meminjam tanduk si Anjing, karena dia ingin tampil gagah dan dipuji karena tanduknya itu. Selain itu, dia juga tahu bahwa Anjing tidak akan datang ke pesta karena Anjing sedang tidak enak badan.
Si Kambing pun menemui Anjing yang sedang asik membaca buku. Dia pun berkata,"Sahabatku, bolehkah aku meminjam tandukmu? Untuk aku kenakan di acara pesta pak Monyet. Aku ingin tampil gagah di pesta itu!" Si Anjing yang baik itu menjawab,"Boleh! Ambillah! Tapi jangan lama-lama yaa ........!!! Sehari ini saja!!!!" Si Kambing berkata kembali,"Ok! Aku pergi dulu yaa..... !". Sepanjang perjalanan menuju ke pesta, si Kambing terus mengagumi tanduk pinjamannya. Dia tak henti-henti bernyanyi.
Keesokan harinya, si Kambing tidak muncul-muncul dan si Anjing pun menunggu sampai esok hari. Hari berikutnya masih sama seperti kemarin, tapi Anjing masih sabar menunggu. Kemudian setelah satu minggu berlalu, kesabaran si Anjing habis dan langsung menuju ke pondok si Kambing. Setelah melihat ke dalamnya, si Kambing tidak ada dan membuat Anjing semakin marah. Dia mencari kemana-mana dan akhirnya dia menemukan si Kambing yang sedang memamerkan tanduknya kepada burung. Si Anjing langsung meloncat dan memarahi si Anjing dengan suara yang keras dan lantang. Si Kambing langsung melarikan diri karena malu. Dan si Anjing berlari dengan lebih cepat sampai ekor kambing yang panjang itu pun digigit dan di tariknya. Begitu juga Kambing, dia terus menarik tubuhnya sehingga ekornya putus dan menjadi pendek.
Si Kambing terus berlari menjauhi si Anjing, sementara itu si Anjing kebingungan dan dia pun pulang ke rumah dengan hati kesal. Akhirnya, sejak saat itu Kambing memiliki tanduk dan ekor yang pendek, dan Anjing tidak lagi bertanduk.
Si Kambing pun menemui Anjing yang sedang asik membaca buku. Dia pun berkata,"Sahabatku, bolehkah aku meminjam tandukmu? Untuk aku kenakan di acara pesta pak Monyet. Aku ingin tampil gagah di pesta itu!" Si Anjing yang baik itu menjawab,"Boleh! Ambillah! Tapi jangan lama-lama yaa ........!!! Sehari ini saja!!!!" Si Kambing berkata kembali,"Ok! Aku pergi dulu yaa..... !". Sepanjang perjalanan menuju ke pesta, si Kambing terus mengagumi tanduk pinjamannya. Dia tak henti-henti bernyanyi.
Keesokan harinya, si Kambing tidak muncul-muncul dan si Anjing pun menunggu sampai esok hari. Hari berikutnya masih sama seperti kemarin, tapi Anjing masih sabar menunggu. Kemudian setelah satu minggu berlalu, kesabaran si Anjing habis dan langsung menuju ke pondok si Kambing. Setelah melihat ke dalamnya, si Kambing tidak ada dan membuat Anjing semakin marah. Dia mencari kemana-mana dan akhirnya dia menemukan si Kambing yang sedang memamerkan tanduknya kepada burung. Si Anjing langsung meloncat dan memarahi si Anjing dengan suara yang keras dan lantang. Si Kambing langsung melarikan diri karena malu. Dan si Anjing berlari dengan lebih cepat sampai ekor kambing yang panjang itu pun digigit dan di tariknya. Begitu juga Kambing, dia terus menarik tubuhnya sehingga ekornya putus dan menjadi pendek.
Si Kambing terus berlari menjauhi si Anjing, sementara itu si Anjing kebingungan dan dia pun pulang ke rumah dengan hati kesal. Akhirnya, sejak saat itu Kambing memiliki tanduk dan ekor yang pendek, dan Anjing tidak lagi bertanduk.
cerita yang menarik..
BalasHapusdongeng yang keren
BalasHapusunik ,menambah wawasan ...makasihh
BalasHapusCeritanya menarik 😊😊
BalasHapusCeritanya keren banget..
BalasHapusceritanya lumayan menarik
BalasHapusCeritanya menarik,terimakasih:)
BalasHapusmenginspirasi
BalasHapusSangat menginspirasi dan ceritanya juga menarik
BalasHapusdongengnya bagus... :-)
BalasHapusbagusdankreatif blognya
BalasHapusbagusdankreatif blognya
BalasHapusCukup SERU untuk di baca tapi tolong sertakan gambar biar Lebih MENARIK..
BalasHapusKekurangan gambar
BalasHapuslebih bagus bila ada gambarnya
BalasHapusCeritanya menarik, bagus banget, kalo seandainya tanduk si anjing itu gak dipenjemin ke si kambing mungkin lucu kali ya kalo anjing zaman sekarang mempunyai tanduk🤭🤭🤭
BalasHapus